Puncak perhelatan akbar doa bersama yang di kemas dalam acara Mujahadah Kubro Sholawat Wahidiyah pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 di Pondok Pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh. Ribuan Pengamal Wahidiyah berbondong-bondong memadati arena Mujahadah Kubro, mulai di jalan KH. Wachid Hasyim dari perempatan pasar Bandar sampai di depan RSUD. Gambiran dan di gang sekitar pondok penuh peserta Mujahadah Kubro.
Pada hari Minggu kemarin, merupakan
peristiwa yang tidak akan terlupakan oleh Pengamal yang hadir di
gelombang terakhir Mujahdah Kubro, karena ada seorang tokoh nasional
yang juga Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Agil Siroj, MA dan di
dampingi oleh Wagub Jawa Timur Drs. KH. Syaifulloh Yusuf. Kesan yang
begitu mendalam yang dirasakan oleh Ketua Umum PBNU tercermin dalam
sambutannya.
“Saya sangat bersykur bisa hadir di
dalam majelis Mujahadah Kubro, dan sekaligus bersilaturahmi dengan
beliau Syech Al-Arif Billah KH. Abdul Latif Madjid RA, Pengasuh
Perjuangan Wahidiyah… Saya juga melihat ribuan Pengamal Wahidiyah yang
hadir disini, belum yang hadir yang tidak kasat mata, seperti para
Wali-Wali Alloh, para Syuhada’ dan bahkan para Nabi ikut hadir di dalam
majelis Kubro ini…,” ujar KH. Said ,ungkapnya.
Dalam sambutannya lebih kurang 45
menit, KH. Said Agil mengagumi Perjuangan Wahdiyah yang menurutnya
melawan arus dalam era globalisasi, “Masih ada Perjuangan Islam yang
memegang teguh dengan menjalankan Sunnah Rosul dan menegakkan
nilai-nilai ASWAJAH, dengan kekuatan doanya yang berupa Sholawat
Wahidiyah, menangis kepada Alloh SWT wa Rosulihi SAW hanya untuk
mendoakan umat masyarakat untuk sadar pada Alloh SWT seperti malam ini,
hal ini luar biasa sekali, semoga perjungan ini mendapatkan barokah dan
hidayah yang luar biasa juga…. dan termasuk saya mohon di doakan….
Aamiin,” ujar Ketua Umum PBNU yang juga alumni Pondok Lirboyo – Kediri.
Ditemui terpisah via telp, pengamat
sosial yang juga anggota DPRD Provensi Kaltim, Syaifuddin Juhri
mengatakan, dengan kehadirannya tokoh sekaliber KH. Said Agil hadir
dalam Mujahadah Kubro di Pondok Pesantren Kedunglo merupakan kridit
point yang akan berdampak sosial politik sangat baik, “ Ya pasti itu,
dampaknya luar biasa bagi Perjuangan Wahidiyah, pertikaian dan salah
faham di bawa akan bisa meredam dengan kehadirannya Ketua Umum PBNU,
termasuk MUI di daerah dan mungkin sebagian PCNU yang mempersoalkan
Wahidiyah, akan melihat kenyataan ini…. mereka akan merujuk atas
kehadirannya Ketua Umum PBNU, yang hormat dan kagum atas Perjuangan
Wahidiyah ini, “ katanya Syaifuddin, yang juga alumni SMA Wahidiyah
tahun 1986.
Saat ramah tamah di ndalem Kanjeng Romo
KH. Abdul Latif Madjid RA, beliau di temani oleh putra pertamanya Agus
Abdul Madjid Ali Firi, MA dan saat itu KH. Syaifulloh mencoba
memperkenalkan kepada KH. Said Agil, “Kyai, iniloh Gus Fikri putra
Kanjeng Romo yang pertama,” kata Wagub Gus Ipul sambil tersenyum kepada
KH. Said Agil. Dilanjut setelah ramah tamah, foto bersama di depan
ndelem beliau Kanjeng Romo RA.











0 comments:
Post a Comment